
wartasiger.co.id, Bandar Lampung – Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan kinerja solid sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat ekonomi Lampung tumbuh 5,28 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menyampaikan hal itu dalam rilis resmi Berita Statistik di Aula BPS Provinsi Lampung, Kamis (5/2/2026).
Ahmad Riswan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2025 dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan periode Januari–Desember 2025 dari periode yang sama tahun 2024.
“Nilai PDRB Lampung tahun 2025 mencapai Rp525,85 triliun, meningkat signifikan dari Rp484,24 triliun pada tahun 2024. Kenaikan ini menyerminkan pertumbuhan ekonomi Lampung kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Secara year on year (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan IV 2025 tercatat 5,54 persen. Sementara secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Lampung mengalami kontraksi 3,05 persen.
Namun, BPS menegaskan penurunan itu merupakan siklus musiman wajar dan relatif lebih rendah dibandingkan kontraksi triwulan IV pada tahun-tahun sebelumnya.
“Penurunan triwulan IV 2025 lebih kecil dibandingkan tahun 2024 yang mencapai minus 3,52 persen. Ini menunjukkan stabilitas ekonomi Lampung semakin baik,” jelasnya.
Dibandingkan wilayah lain di Sumatera, pertumbuhan ekonomi Lampung tergolong impresif. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera pada 2025 tercatat 4,18 persen, sementara Lampung mampu tumbuh di atas rata-rata tersebut.
Secara regional, Lampung menempati peringkat ketiga pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera, setelah Kepulauan Riau (6,94 persen) dan Sumatera Selatan (5,35 persen).
Selain itu, Lampung juga berada peringkat keempat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Sumatera, setelah Sumatra Utara, Riau, dan Sumatra Selatan, dengan kontribusi 9,98 persen.
Pertanian Penopang
Dari sisi lapangan usaha, struktur ekonomi Lampung masih didominasi oleh sektor pertanian dengan kontribusi 26,90 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 19,11 persen, dan perdagangan sebesar 14,35 persen.
Ketiga sektor itu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Lampung. Pertanian menyumbang 27,19 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi, industri pengolahan menyumbang 21,91 persen, dan sektor perdagangan memberikan kontribusi sekitar 10 persen.
Lalu, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh kategori jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 16,46 persen, didorong meningkatnya pendapatan bunga perbankan. Adapun sektor pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi terdalam sebesar 5,78 persen akibat penurunan produksi gas.
Dari sisi pengeluaran, struktur ekonomi Lampung masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan porsi 62,61 persen. Konsumsi rumah tangga mampu berkontribusi 56,71 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang 2025.
Selain itu, komponen konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan IV 2025 sebesar 6,31 persen, seiring meningkatnya aktivitas lembaga sosial dan keagamaan.
Ekspor juga menjadi mesin pertumbuhan penting dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 72,22 persen, menunjukkan peran strategis perdagangan luar negeri dalam mendorong ekonomi Lampung.
PDRB Per Kapita Terus Meningkat
Capaian positif ekonomi Lampung juga tercermin dari PDRB per kapita yang terus meningkat. Tahun 2023, PDRB per kapita Lampung tercatat Rp48,19 juta, naik Rp51,39 juta pada 2024, dan kembali meningkat signifikan 2025 menjadi sekitar Rp55 juta.
“Kenaikan ini menunjukkan ada akselerasi peningkatan sejahtera masyarakat Lampung dan menjadi indikator positif dalam upaya keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap),” ujarnya.
Ahmad Riswan menegaskan, rilis data statistik ini merupakan bentuk pelayanan publik BPS Lampung dalam menyediakan data berkualitas, akurat, dan relevan mendukung perumusan kebijakan pembangunan.
“Kami berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat memanfaatkan data ini secara optimal dalam mengambil keputusan, sehingga mampu mendorong akselerasi pembangunan dan peningkatan sejahtera masyarakat Lampung,” pungkasnya.
Pertumbuhan ekonomi solid ini menjadi modal penting Provinsi Lampung untuk terus melangkah maju, sejalan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045. (kmf)
![]()